Minggu, 28 April 2013

T.T

Diposting oleh Cya di 08.50 0 komentar
Hidupku bagai roller coaster.

Naik melambung tinggi penuh euforia hanya untuk jatuh terhempas lalu naik lagi.... jatuh.... naik... jatuh... naikjatuhnaikjatuhnaik.............................

Capek.

Lelah.

Cinta tidak menghakimi. Sayang pun begitu.

Bukankah cinta dan sayang adalah kolaborasi indah pemahaman, bukan penghakiman? Sesulit itukah memahami orang lain? Atau apakah semua orang harus sama dan sepaham? Apa mencoba mencari jalan tengah itu adalah hal yang mustahil?

Sudahlah...

Seandainya kalimat "Terima atau tinggalkan" itu mudah diucapkan....

Jumat, 26 April 2013

Waiting... Just Waiting

Diposting oleh Cya di 01.07 0 komentar


Hari itu aku melihatmu berdiri dengan mata berkaca-kaca. Senyum tetap tersungging di bibirmu seperti biasanya, tapi duka menyapa bening matamu.Kau berlama-lama, mengulur waktu untuk melihat segala hal yang akan kau rindukan selama kau pergi, kami, individu-individu yang hidup dalam laut biru. Aku bahkan bisa melihat air mata mengalir di pipimu. Kau, yang selama ini begitu tangguh. Yang menahan segala rasa dan air matamu agar tidak menyusahkan kami, kini tampak begitu rapuh. Aku ingin memelukmu, menenangkanmu, dan menjanjikan bahwa tidak akan ada yang berubah di antara kita. Tapi aku tak mampu. Aku ingin mengutuk segala batas yang memisahkan kita. Hanya untuk kali ini saja aku ingin bisa menghalau segala batas... kali ini saja... untuk benar-benar meyakinkan dan memberimu kekuatan.

Hari itu adalah hari terakhir sebelum kamu pergi, meninggalkan segala gegap gempita sorak sorai dan cemerlangnya sorot lampu. Dan dengan sekat waktu sebagai pembatas yang mengharuskanmu untuk pergi, semakin enggan aku melepasmu. Berat. Mengizinkanmu pergi adalah hal sangat berat. Tapi haruskah aku benar-benar menahanmu agar tetap tinggal? Bisakah aku seegois itu?

"Kumohon jangan pergi!" teriak hatiku. Tapi mulutku bungkam. Hanya bulir-bulir air mata yang mewakili beribu keberatan yang takkan pernah sanggup kuungkapkan.

Selalu. Pada akhirnya ego kutelan sendiri. Yang bisa kulakukan hanyalah tersenyum. Menahan cekat di tenggorokanku dan menghentikan laju air mataku. Sudah cukup berat bagimu untuk pergi tanpa harus ditambah dengan keegoisanku. Mengantarmu dengan senyum adalah satu-satunya hal yang bisa kulakukan agar hal terakhir yang kau lihat bukanlah air mata.

Aku tahu pasti berat bagimu untuk melangkah pergi dengan segala kekhawatiranmu tentang kami, tentang kalian, tentang kita. Ketakutanmu bahwa selama kau pergi segalanya akan berubah dan menghilang. Kekhawatiranmu bahwa kau akan dilupakan atau bahkan digantikan.

Apa kau tahu kalau ketakutanmu itu bodoh?! Apa yang kau takutkan? Bahwa kami akan pergi? Bahwa semua akan menghilang selama kau pergi? Bagaimana mungkin kau berpikir begitu? Bagaimana mungkin kami beranjak atau bahkan berpaling kalau hanya kau yang kami miliki? Dengarlah bisikku seandainya kau mampu memahaminya. Dengarkanlah janjiku bahwa kami akan menunggumu. Selama ini bukankah kita sudah melalui banyak hal bersama? Masihkah kau meragukan kesetiaan kami? Kumohon, buang pikiranmu itu jauh-jauh. Kami sudah menjanjikan kata "selamanya" padamu. Dan itu bukan omong kosong, bodoh!
Kali ini, pergilah dengan kepala tegak. Tunjukkan pada semua bahwa kamu adalah orang yang pantas untuk dihormati, orang yang sama yang telah mencuri hati kami. Hingga hari dimana kamu kembali, cukup lihatlah dari jauh bahwa banyak orang yang akan menjaga harta yang kamu tinggalkan. Pergilah dengan bangga, sebagaimana kami selalu bangga padamu.


Di atas segala kata, cukup mengertilah satu hal. Bahwa kami akan menunggumu. Pergi dan kembalilah dengan bangga. Dan kita akan merayakan hari dimana kau kembali kepelukan kami. Ingat, kami sudah menjanjikan kata "selamanya" untukmu. Peganglah janji itu erat-erat sebagai ganti sorak sorai kami. Berbanggalah atas pencapaianmu. Kamu tidak pernah membuat kami kecewa, dan kami bangga padamu. Dulu... sekarang... dan selamanya.

Selasa, 16 April 2013

Keep Moving Forward

Diposting oleh Cya di 19.40 0 komentar
Sumpah masih galau..hehehe
Kalau baca postingan yang sebelumnya padahal kayak udah yakin gitu... tapi ya manusia, adalah rasa takut dan khawatirnya.

Oh di suatu perkuliahan, dosenku yang baik pernah bilang,
"Kadang permintaan kita tidak dikabulkan karena kita terlalu kuat memintanya sehingga justru menghalangi terkabulnya doa."
Hmmm... mungkin terlalu ingin sesuatu juga nggak baik ya. Porsinya harus berimbang. Tidak terlalu besar, ataupun terlalu kecil. Karena memang dimana-mana berlebihan itu kan nggak bagus..hehe

Menulis membuatku tenang. Membuatku belajar menganalisis dan menata perasaanku sendiri. Kalau dipikir, kemungkinanku belumlah musnah. Dan kondisiku bahkan jauh lebih beruntung daripada beberapa orang--atau banyak, mungkin--yang memang sudah final tidak bisa datang. Sedangkan aku masih ada kemungkinan kan?

Soooo... just keep moving forward. Do what I have to do, dan jangan pernah kehilangan harapan :))

Hanya Berharap yang Terbaik :))

Diposting oleh Cya di 08.42 0 komentar
Ah, hari yang dinanti-nantikan tiba.
Saat yang ditunggu-tunggu sejak beberapa bulan lalu kick off diumumkan pun datang. Akhirnya kalian akan kembali ke negeriku tercinta. Kembali untuk menggulung ombak besar di lautan biru safir.


Bahagia? Jelas aku bahagia. Tak lama lagi akan datang kesempatanku, kesempatan KITA, untuk bertemu. Saling bertatapan. Langsung!!! Hal yang benar-benar kuidam-idamkan.
Euforia-ku bahkan mengalahkan apa yang seharusnya aku kerjakan. Dan, YA, aku tahu aku salah... tapi tolong ijinkan aku bergembira untuk saat ini saja.

Aku sudah lama menyiapkan diri untuk datangnya hari itu. Menyiapkan niat, mental, dan banyak hal. Aku tahu aku hampir siap untuk pertemuan kita. Aku tahu. Dan aku yakin.


Namun, tahukah, di tengah segala euforia-ku terselip khawatir.
"Bisakah aku benar-benar datang besok?"
Seandainya aku hanya perlu memikirkan ego-ku pasti jawabannya, YA. Seandainya aku hanya hidup untuk diriku sendiri.
Tapi ada banyak hal yang harus kupertimbangkan sebelumnya. Banyak hal yang harus segera diselesaikan sebelumnya. Kumohon bersabarlah.... ini bukan berarti aku tidak menyayangi kalian sepenuh hati, tidak... sungguh, kalian adalah bagian dari duniaku dan aku menitipkan sebagian hatiku untuk kalian.

Yang paling membebani pikiranku adalah ijin. Tuhan tahu aku takkan pernah bisa menemui kalian dengan hati yang tenang kalau kepergianku tanpa mendapat restu orangtua. Dan inilah yang paling sulit. Seakan untuk hal yang satu ini duniaku dan dunia orangtuaku itu berlainan. Tidak terhubung. Tidak saling memahami.
Tapi aku tahu bahwa mereka, orangtuaku, menyayangiku sepenuh hati. Dan apapun keputusan mereka nanti, aku tahu mereka lebih memikirkan kepentinganku dibandingkan aku memikirkan kepentinganku sendiri. Karena aku kadang lupa memikirkan apa yang penting bagi diri sendiri saat egoku berkuasa.
Hanya saja, apa yang kita tahu tidaklah selalu sepaham dengan apa yang kita rasakan, kan? Kadang aku bahkan membutuhkan waktu untuk mencerna ke"tahu"anku itu. Kadang aku butuh waktu untuk menerima ke"tahu"anku.

Aku takut.... sangat takut.... dan di sinilah aku. Berada di tengah peperangan antara logika dan ego-ku. Sendiri. Mencoba berteriak untuk mendamaikan mereka namun teriakku tak didengar. Apa yang harus aku lakukan?
"Tuhan, aku ini hanyalah makhlukMu yang lemah.
Yang bahkan galau dan bimbang hanya karena hal-hal kecil.
Tuhan, aku mohon berikanlah jalan yang terbaik untukku. Untuk kami.
Tidak ada satupun yang mampu memberiku kekuatan kecuali Engkau.
Karena itu kupasrahkan padaMu... segalanya...."

Aku tidak tahu masa depan... Mungkin aku akan menyambut kalian dengan penuh bahagia. Atau mungkin aku hanya bisa menelan kecewa dan air mata. Saat ini yang bisa kulakukan hanya berjuang. Bukankah kita selalu berjuang sampai detik terakhir? Ya, karena itu aku akan berjuang. Sampai detik terakhir!! :)) 
 

Confeito Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea